Burjo..? apaan tuh..??
bagi sebagian orang yang bertempat tinggal di luar kota Yogyakarta, yang diketahui tentang burjo adalah singkatan dari sebuah makanan yaitu Bubur Kacang Hijau (ijo). Dimana yang dijual pada warung tersebut adalah makanan tersebut. Namun, coba lihat di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. banyak warung burjo tersebar di mana-mana.
Makanan yang ditawarkan pun bermacam-macam tidak hanya bubur kacang hijau saja. Biasanya pemilik warung menyediakan nasi dan lauk pauk sederhana, mie instan, dan aneka minuman untuk dikonsumsi pembeli. Dan yang lebih unik lagi, yang menjadi menu utama di burjo itu sendiri adalah menu-menu selain dari burjo seperti nasi telur, nasi sarden, dan lain sebagainya, bukan burjo itu sendiri. Sungguh luar biasa. :)
Dan yang lebih asyik lagi, warung burjo ini kebanyakan buka 24 jam nonstop..!! hal ini dapat dilakukan dengan sistem pergantian pelayan di warung untuk tetap melayani para pelanggan yang biasanya kebanyakan para mahasiswa yang sengaja begadang untuk nonton bols bersama-sama. sistem pergantian ini mutlak diberlakukan, kadang ada juga pelayan yang bukan masa kerjanya tetap ikut membantu pekerjaan temannya yang mendapatkan sift malam.
Urusan harga, burjo menyesuaikan dengan kondisi. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp 500,- untuk gorengan dan sejenisnya sampai Rp 7000,- untuk makanan nasi ayam dan magelangan
Warung burjo bukan sembarang warunf. Bila diperhatikan semua warung burjo menjajakan makanan yang sama, resep bubur kacang hijau yang hampir sama dan pelayan yang mayoritas berasal dari suku yang sama. Tradisi ini merupakan peraturan tidak tertulis yang berasal dari daerah adat warung burjo itu sendiri, yaitu Kuningan, Jawa Barat.
Mayoritas pelayan warung burjo berasal dari daerah tersebut. Para pelayan burjo itu sendiri tidak mengetahui siapa sebenarnya yang memiliki warung burjo pertama kali,tapi menurut mereka warung burjo ini sudah ada kurang lebih sepuluh tahun yang lalu.
dari daerah Kuningan itu lah, warung burjo mulai populer. daerah lain yang menjadi tempat penyebaran warung burjo selain Yogyakarta dan sekitarnya yaitu di Jakarta. Sasaran utama warung burjo di Yogyakata adalah mahasiswa, dan di Jakarta adalah para pegawai. Karena sasaran yang berbeda itulah harga yang ditawarkan warung burjo di berbagai kota sedikit berbeda.
Tapi jangan khawatir Sob, harga di burjo tidak akan melambung jauh dibanding warung makan yang lainnya.. Bagi yang merasa aneh dengan warung burjo ini, jangan khawatir.. Karena rasa masakannya pun tidak kalah enaknya dengan warung makan yang lainnya. :)